Sori, kayanya blog ini bakal "diem" untuk beberapa waktu.
Berhubung kesibukan yang hampir ngga ada waktu luang, sampe niat nulis blog, yang kaya gitu ngga ada makanya dipending aja sekalian.
Thanks.
Saturday, August 31, 2013
Pending
Saturday, August 3, 2013
Mutlak [part 2]
Sekarang daripada ngelanjutin bahasan kemaren yang ngga ada abisnya gimana kalo gua nanya sesuatu?
Pertanyaannya adalah,
Perlu ngga sih mikir hal yang kayak gue tulis di post Mutlak [part 1] ?
Perlu ngga sih mikir sejauh itu?
....
.....
Sip, gua gatau apa isi pikiran lo.
Tapi yang kemarin gua pikirin sih, "gua ngapain ya mikir jauh selama itu".
Jadi dari situ gua mulai berpikir kalo mikir kaya gitu jangan terlalu sering, akibatnya? Lo ngga punya ruang buat mikirin apa yang lo hadapin saat itu, apa yang pengen lo lakuin, rencana lo untuk kedepan gimana, dsb.
Terus gua inget juga, umur gua baru nambah, nyaris kepala 2, dan gua gatau waktu gua hidup ini sampe berapa lama.. Nah! Itu dia, gua sadar kalo gua tau sampe kapan hidup gua nih berlanjut.
Dari pemikiran gua itu, gua mikir lagi kalo pas gua mati.
Gua mati jadi orang sukses apa engga ya? Gua mati masuk surga apa neraka ya? Pas mati gua baca syahadat ga ya? Dsb dsb yang ga abis kalo dipikirin terus, otomatis gua kesadar juga kalo mikirin hal yang kayak gini kelamaan itu ngga guna, dan ngga bisa memperbaiki apa yang gua pikirin, gua permasalahin di pikiran gua.
"Terus gue harus gimana dong?" pertanyaan itu mulai muncul di otak gua dan bingung juga sih.. Gimana engga bingung coba kalo mikirin gue juga punya sifat mager, nyeleweng, dan kebegoan lainnya lah.
Terus gimana juga biar pemikiran-pemikiran yang sempet di otak gua sebelumnya bisa terselesaikan dan ada jawabannya?
next lanjut di part 3.
Friday, August 2, 2013
Sub-sudut
Sori hari ini gue belum bisa meneruskan menulis lanjutan dari post "Mutlak".
Tapi malem ini gua mau share pendapat gua lagi.. Dan oh iya, kalian yang membaca juga bebas memasukkan pendapat kalian melalui comment pada tiap postingan yang bersangkutan loh, tapi ingat NO SARA, pokoknya disini kita sharing aja sebagai sesama manusia yang ingin mencari makna dalam kehidupan.
Gua mulai aja ya. Lo tau kan, kalo misal kita mau lakuin sesuatu yang kita niatkan itu kemungkinan besar kita melakukan persiapan dan perencanaan yang ada hubungannya sama yang pengen kita kerjain kan? Kita berusaha semaksimal mungkin, mengkoordinir dan memprediksi segala sesuatunya agar bisa mendapatkan hasil yang sesuai kita harapkan. Tapi ya gitu, seperti kata kebanyakan orang kalo kita tuh cuman bisa merencanakan, dan melakukan yang terbaik. Namun yang terjadi itu akan kembali pada Tuhan yang menentukan hasil akhir yang kita dapatkan. Disini gua berpikir, untuk apa kita berusaha sebaik mungkin namun hasil besar kemungkinannya kita dapatkan sudah ditentukan dari awal? Ataukah sebenarnya hasil yang akan kita dapat itu ada banyak, namun 1 dari sekian banyak itu kita dapatkan dari berdasarkan yang kita lakukan? Tapi sekali lagi, untuk apa? Kebaikan kita? Agar kita berdoa dan berusaha semakin baik? Misalkan kita udah lakukan yang terbaik, berdoa, dsb dsb namun hasil yang kita dapat juga sesuai keinginan kita. Tapi sekali lagi, untuk apa?
Pemikiran gua seperti itulah yang sering kali muncul di otak, pertanyaan untuk apa?
Thursday, August 1, 2013
Mutlak [part 1]
Oke ngga pake muluk-muluk gue buka pembicaraan kali ini. Gue yakin lo pada ngerti kenapa lo pada ngerjain hal-hal yang lo kerjain sekarang, pasti lo punya alasan cukup tinggi untuk sampe ngerjain hal-hal tersebut. Benarkah? Gua akuin gua sendiri sering punya alasan yang relatif ngga jelas, sampe akhirnya gua ngelakuin suatu hal yang kemudian muncul hasilnya yang ternyata diluar dugaan gua. Dan terkadang alasan semua itu tuh karena gua "males". Hahaha.
Tapi yang pengen gua bahas sekarang bukan tentang gimana gua males sih, tapi gimana suatu hal itu perlu alasan dan apa sih alasan yang memang perlu kita jadikan hal tersebut jadi alasan?
Gua pernah berpikir kalo kita hidup di tempat kayak gini, waktu yang seperti ini itu ya emang dari sononya ditentuin, terus gua mikir lagi emang buat apaan juga ya gua idup, seneng-seneng? berusaha sukses? atau hal yang lainnya? kalo ternyata eksistensi gua ngga ada artinya kenapa gua masih hidup ya? dan pada suatu titik gua mikir alasan kenapa manusia diciptakan.
Gua orang yang beriman, tapi juga menghargai siapapun yang tidak. Itu hak mereka bagi yang tetap mencari petunjuk maupun tidak, namun inilah indahnya berbagi dan memahami tiap perbedaan satu dengan yang lain.
Dan menurut gua ini, gua mikir apa sih yang sebenarnya Tuhan inginkan, Tuhan ingin nyatakan apa dari keberadaan kita? Jika ingin menyatakan keberadaanNya, menurut gue itu bertentangan dengan Ia yang maha segalanya, yang tidak memerlukan kita. Lalu lantas kita untuk apa berada di kehidupan ini?
Setelah berpikir panjang dan beberapa refreshing, gua mikir dari awal lagi. Kita awal kehidupan ini darimana sih? Yang gua ngerti sesuai peneliti-peneliti sih kita memiliki nenek moyang monyet yang berevolusi, yang dulu itu tuh ada jaman dinosaurus, dsb. Tapi menurut yang gua pelajari dari agama, dulu nenek moyang kita itu Nabi Adam, yang kemudian bersama Siti Hawa memulai generasi manusia pertama. Eit, gua mikir disitu. Generasi manusia pertama? Disitu gua mikir ada banyak kemungkinan terjadi contohnya mungkin Nabi Adam & Siti Hawa itu diturunkan dari surga dan kemudian mengisi jiwa "monyet pertama yang berevolusi jadi manusia", mungkin juga Nabi Adam itu diturunkan dalam wujud yang sama seperti wujud sebelumnya saat masih di surga, atau mungkin Nabi Adam memulai hidup bersamaan dengan adanya dinosaurus, yang kemudian generasinya berhasil melewati bencana yang menghancam dinosaurus? Dipikir dari manusia makhluk paling cerdas di bumi kita ini. Namun masih banyak kemungkinan lain yang masih bisa terjadi.
Dan gua mikir lagi, mungkin dasar pemikiran gua, yang gua miliki sekarang masih kurang..
lanjut ke part 2.