Thursday, August 1, 2013

Mutlak [part 1]

Oke ngga pake muluk-muluk gue buka pembicaraan kali ini. Gue yakin lo pada ngerti kenapa lo pada ngerjain hal-hal yang lo kerjain sekarang, pasti lo punya alasan cukup tinggi untuk sampe ngerjain hal-hal tersebut. Benarkah? Gua akuin gua sendiri sering punya alasan yang relatif ngga jelas, sampe akhirnya gua ngelakuin suatu hal yang kemudian muncul hasilnya yang ternyata diluar dugaan gua. Dan terkadang alasan semua itu tuh karena gua "males". Hahaha.

Tapi yang pengen gua bahas sekarang bukan tentang gimana gua males sih, tapi gimana suatu hal itu perlu alasan dan apa sih alasan yang memang perlu kita jadikan hal tersebut jadi alasan?
Gua pernah berpikir kalo kita hidup di tempat kayak gini, waktu yang seperti ini itu ya emang dari sononya ditentuin, terus gua mikir lagi emang buat apaan juga ya gua idup, seneng-seneng? berusaha sukses? atau hal yang lainnya? kalo ternyata eksistensi gua ngga ada artinya kenapa gua masih hidup ya? dan pada suatu titik gua mikir alasan kenapa manusia diciptakan.

Gua orang yang beriman, tapi juga menghargai siapapun yang tidak. Itu hak mereka bagi yang tetap mencari petunjuk maupun tidak, namun inilah indahnya berbagi dan memahami tiap perbedaan satu dengan yang lain.
Dan menurut gua ini, gua mikir apa sih yang sebenarnya Tuhan inginkan, Tuhan ingin nyatakan apa dari keberadaan kita? Jika ingin menyatakan keberadaanNya, menurut gue itu bertentangan dengan Ia yang maha segalanya, yang tidak memerlukan kita. Lalu lantas kita untuk apa berada di kehidupan ini?

Setelah berpikir panjang dan beberapa refreshing, gua mikir dari awal lagi. Kita awal kehidupan ini darimana sih? Yang gua ngerti sesuai peneliti-peneliti sih kita memiliki nenek moyang monyet yang berevolusi, yang dulu itu tuh ada jaman dinosaurus, dsb. Tapi menurut yang gua pelajari dari agama, dulu nenek moyang kita itu Nabi Adam, yang kemudian bersama Siti Hawa memulai generasi manusia pertama. Eit, gua mikir disitu. Generasi manusia pertama? Disitu gua mikir ada banyak kemungkinan terjadi contohnya mungkin Nabi Adam & Siti Hawa itu diturunkan dari surga dan kemudian mengisi jiwa "monyet pertama yang berevolusi jadi manusia", mungkin juga Nabi Adam itu diturunkan dalam wujud yang sama seperti wujud sebelumnya saat masih di surga, atau mungkin Nabi Adam memulai hidup bersamaan dengan adanya dinosaurus, yang kemudian generasinya berhasil melewati bencana yang menghancam dinosaurus? Dipikir dari manusia makhluk paling cerdas di bumi kita ini. Namun masih banyak kemungkinan lain yang masih bisa terjadi.
Dan gua mikir lagi, mungkin dasar pemikiran gua, yang gua miliki sekarang masih kurang..

lanjut ke part 2.

No comments:

Post a Comment